Wednesday, September 30, 2020

1 CUP 1 TREE, PERLAKUAN CENTRING PERTAMA

 Assalamualaikum semuanyaa

Salam penikmat teh

Pada tanggal 1 maret 2020 Pasir Canar  kedatangan Sila team dan para pecinta teh dari Bandung dan Bogor, Sila team dan kawan kawan memberikan donasi kepada para pekebun teh yang ada di Cianjur. Didonasikan sebanyak 10.000 bibit teh ( camelia sinensis variant sinensis ) diberikan kepada 5 orang petani untuk 1 hektare lahan perkebunan.


 


 Sila team dan kawan kawan mengumpulkan donasi dengan Gerakan 1 cup 1 tree di kedai kedai teh mereka . Dalam 1 cup teh mereka menyisihkan uang 2.000 rupiah untuk satu bibit teh. Hal ini untuk memajukan perindustrian teh dan meningkatkan citra teh demi kesejahteraan petani teh Indonesia.




Setelah lima bulan ditanam, benih teh diperlakuan pembentukan centring pertama, apa itu centring pertama? centring pertama adalah pembentukan pohon teh yang telah ditanam dilapangan selama 5 bulan dengan cara  dipangkas setinggi 20 cm dari permukaan tanah. Selanjutnya selama 3 bulan sekali naik 5 cm untuk pemangkasannya sampai ketinggian yang diinginkan, biasanya 70 cm untuk bidang petik pertama.




Friday, February 28, 2020

Teh... Alami, Seni dan Nikmati. Part II

Seni…
Apa hubungannya seni dengan teh? Kira-kira seni menurut penulis adalah suatu tindakan tidak baku hasil dari reaksi atas apa yang dilihat dan dirasakan yang diekspresikan/ dilakukan untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan.
Didalam sebuah pekerjaan saat kita melihat dan merasakan suatu obyek yang tidak berjalan seperti biasanya maka perlu di ekspresikan jurus-jurus seni… dilihat, dirasakan dan diekspresikan bagaimana sesuatu yang tidak berjalan seperti biasanya supaya tetap menjadi hasil akhir yang kurang lebih sama.

Kebun Teh… dalam tanaman maka ketergantungan akan cuaca sangat berpengaruh. Hujan atau kemarau (daerah tropis) misalnya, saat musim hujan maka pertumbuhan lebih cepat dan lebih banyak hasil pucuknya, saat kemarau pertumbuhan lebih lambat dan hasil pucuk lebih sedikit. Tidak haya itu pengaruh hujan dan kemarau juga berpengaruh terhadap kualitas dari pucuk yang dihasilkan, musim hujan kadar air banyak kualitas menurun, kemarau kadar air sedikit kualitas meningkat. Kenapa coba??? Soal kenapa penulis belum bisa menjelaskan karena berhubungan dengan penelitian… tapi yang kita bahas adalah Seni nya menyikapi hal tersebut, bagai mana caranya hasil petik supaya bisa mencapai target kualitas dan kuantitas yang diinginkan. Banyak sekali perlakuan/ tindakan yang bisa diambil dan tidak harus diterpkan semuanya tetapi tindakan tersebut disesuaikan dengan situasi dan kondisi… Tindakan tersebut diantaranya; penyiangan/ pembuangan gulama, pengupasan (kupas ringan, kupas sedang atau kupas berat), pola petik, rotasi petik, pengobatan, pemupukan dls. Tindakan apa yang harus dilakukan? Keluarkanlah Jurus Seni merawat kebun.

Pengolahan… seni apa yang ada disini? Bahan baku yang datang dari kebun bisa diolah menjadi teh apa saja yang kita inginkan, Seni pengolahanlah yang akan mengatur diproduksi jadi teh apa yang paling cocok untuk setiap kualitas dan kuantitas pucuk teh. Oksidasi Enzimatis adalah patokan dalam mengarahkan seni pengolahan karena dalam pengolahan dasarnya adalah teh tersebut akan diolah tanpa proses oksidasi enzimatis, proses oksidasi enzimatis penuh atau semi oksidasi enzimatis. Contoh Teh Hijau adalah hasil olahan teh tanpa proses oksidasi enzimatis, teh merah dengan proses oksidasi enzimatis penuh, teh kuning dengan proses semi oksidasi enzimatis. Perlakuan pengolahan tersebut biasanya sudah dibakukan oleh setiap pengolah di pabrik, yang memerlukan Jurus Seni adalah terkadang sesuatu tidak sesuai/ berjalan seperti biasanya, misalnya kualitas petikan pucuk yang tidak sesuai dengan standar, lagi-lagi cuaca… cuaca pemetikan saat hujan pucuk datang kepabrik dalam keadan basah, mesin yang bermasalah, listrik mati, belum lagi permintaan market yang berubah-ubah, dls. Nah disitulah kita ditantang untuk mengeluarkan Jurus Seni Pengolahan.

Marketing… Sang ujung tombak. Dibagian ini juga tidak lepas dari jurus seni, tentunya bukan seni beladiri… tapi seni meng-Uang-kan, merupakan tantangan akhir dalam usaha dimana kita di haruskan merubah Teh menjadi uang. Teh produksi yang kita buat sehebat apapun, seenak apapun sebagus apapun belum tentu bisa menjadi uang jika tidak sesuai dengan apa yang dicari oleh para pembeli… Sang Raja. Mesikpun begitu sebagai tenaga marketing harus mengupayakan teh yang sudah diproduksi tentunya sudah mengeluarkan sejumlah biaya harus bisa terjual. Yang harus dipahami dalam marketing untuk bisa mengeluarkan jurus seni marketing adalah mengkolaburasikan dari hulu ke hilir. Memahami apa yang diminta pembeli, mampu menyampaikan permintaan kepada pengolahan dan juga memahami pola perawatan teh, untuk bisa bercerita dari segi mana teh yang dimiliki supaya bisa menarik pembeli. Yang paling penting bukan hanya menjual tetapi menjual dengan tidak rugi. Bagai mana caranya??? Keluarkanlah Jurus seni Marketing.

Seni dalam teh juga hadir dalam cara menyeduh atau menyajikan teh pada saat akan dikonsumsi. Di Indonesia sendiri ada beberapa cara yang kebanyakan adalah hasil dari kebiasaan minum teh sehari-hari, atau juga prosesi/ ceremonial penyajian teh. Di Jawa Barat misalnya, minum teh praktis yang biasa dilakukan masyarakat dengan cara menyeduh teh merah atau caocuy (teh yang digosongkan) dimasukan kedalam poci yang kemudian diseduh dengan air panas (terkadang mendidih) dan tehnya dibiarkan terus didalam poci sampai air teh habis dikonsumsi, atau di Keraton Jogjakarta dimana ada waktu khusus untuk minum teh yang disebut ‘Patehan’ yang lebih ceremonial karena disajikan khusus untuk keluarga kerajaan atau sajian kepada tamu kerajaan. Di Negara lain juga tentunya mempunyai cara-cara tersendiri dalam menyajkan teh, di Jepang, Cina, India, Srilanka dll. Yang mana setiap penyajian teh mempunyai seni tersendiri berkaitan dengan kebiasaan dan keinginan. Bagaimana caranya untuk menikmati Teh, keluarkanlah jurus seni menyeduh teh….
Karena Teh itu Alami, Seni dan Nikmati.

Saturday, June 22, 2019

Teh... Alami, Seni dan Nikmati Part I

Assalamualaikum...

Salam Teh...
Kangen rasanya menyeduh teh dengan takaran-takaran yang diperhatikan, berapa gram tehnya, berapa suhu airnya, berapa lama seduhannya... wahhh pokonya sudah lama seduh teh seperti itu, tapi bukan berarti saya sudah lama tidak minum teh, saya selalu minum teh setiap hari terutama pada saat ada di rumah. karena kebiasaan yang tertanam oleh orang tua saya yang selalu minum teh di lingkungan kami yang pedesaan...
Alami... itu yang pertama kali tersirat dalam pikiran saya. Sebuah jenis tumbuhan yang bisa menghasilkan sesuatu yang bisa diminum setiap saat. dengan melalui proses pengolahan daun teh segar menghasikan berbagai jenis variasi yang kesemuanya dalam proses tersebut tidak ditambahkan bahan campuran apapun. Jadi teh benar-benar alami, adapun variasi yang berkembang saat ini banyak kita temui dipasaran banyak sekali variant-variant teh yang disajikan dengan segala improvisasi demi meraih hati masyarakat dalam mengkonsumsi teh mengingat konsumsi teh semakin berkurang, semua variant yang ada itu adalah pengembangan dari teh yang sudah selesai diolah kemudian dilakukan olahan lanjutan. Contohnya teh RTD (Ready To Drink) biasanya dikemas dalam botol minuman atau gelas pelastik sekali pakai, itu memang ada bahan tambahan bahan non alami tentunya sudah disesuaikan dengan peraturan kesehatan yang berlaku di setiap Negara yang mengeluarkannya, kesemuanya itu dilakukan untuk mempermudah masyarakat dalam mengkonsumsi dan mengikuti perkembangan zaman.




Thursday, September 21, 2017

Bersaing dengan Legalitas

Assalamualaikum…

Salam Teh… “Salam sukses kepada seluruh pengusaha se-Indonesia” mungkin kalimat yang bermakna doa, spirit, dan ajakan itu sangat diperlukan sekali oleh semua pengusaha di bumi tercinta Indonesia kita ini, bagaimana tidak MEA (masyarakat Ekonomi Asia) sedang berjalan saat ini, dimana semua  pengusaha di Asia dihadapkan dengan pesaing-pesaing dari dalam dan luar negeri. Di Jakarta contohnya pedagang gorengan pinggir jalan sudah tidak bersaing hanya dengan teman sekampungnya lagi tapi sudah ada bule (warga asing) yang berjualan goreng-gorengan, apa yang mereka suguhkan tetap ‘Gorengan’! mereka berdagang gorengan tidak hanya gorengan tapi juga menawarkan tempat yang hygienis, pelayanan yang ramah, bahan baku yang bagus, minyak yang mereka pakai bersih (tidak berkali-kali terus dipakai/jelantah) dan masih banyak yang mereka tawarkan meskipun yang dijual hanya ‘Gorengan’. Satu gambaran saja sudah menjadi tamparan saingan usaha dalam negeri. Pertanyaannya mampuhkah kita bersaing?
Mari kita bersaing dengan sehat, jangan pake guna-guna (amit-amit) ngga halal bro… kita siapkan pengolahan kita dengan baik, kita kemas produk kita dengan baik dan menarik, kita tawarkan produk kita dengan ‘Keramahtamahan Orang Indonesia’, jangan kuatir kita punya semua itu. Disamping itu kita juga harus bisa meyakinkan para pembeli dengan LEGALITAS produk kita, untuk industri rumahan sediakan ijin DEPKES P-IRT (Departemen Kesehatan Pangan Industri Rumah Tangga) sertai dengan SJH (Sistim Jaminan Halal) apalagi bagi warga Jawa Barat yang sedang dirintis untuk menjadi Provinsi Halal…. Wah mantap JABAR.

Alhamdulillah Pasir Canar saat ini sudah mengantongi Ijin kemasan DEPKES P–IRT dan Sertifikasi Halal, Pasir Canar siap menghadapi saingan-saingan usaha dari Dalam dan Luar Negeri. Produk kami resmi berijin dan siap dipasarkan. Produk-produk Pasir Canar antara lain: Teh Hijau Sinensis, Teh Kuning Sinensis, Teh Merah Sinensis, Teh Bambu, Teh Gepeng, Teh Hijau Assamica, dan Teh Merah Assamica.




Mari kita sambut MEA dengan keyakinan dan kepastian, datangnya para pesaing dari Negeri tetangga jangan dijadikan halangan untuk berkarya, kelebihan mereka kita pelajari untuk perbaikan usaha kita sehingga Indonesia menjadi unggul di negeri sendiri, menyebar keseluruh negeri, dan menjadi pesaing yang TANGGUH.

Wednesday, August 30, 2017

Hari Jadi Cianjur ke 340

Assalamualaikum.
Salam teh… Memperingati hari jadi Cianjur ke 340, PEMDA Cianjur  tanggal 14-16 Juli 2017 gelar pameran di Pendopo Cianjur dengan tema “70.000 Detik Cianjur Jago Festifal 2017, Harmoni Dari Negeri Santri”. Setiap Kecamatan hadir menjajakan produk-produk unggulan dari daerahnya, sedikitnya 32 Kecamatan dan juga instansi-instansi, UMKM, Kepolisian, dan Ketentaraan tidak ketinggalan mempertontonkan keahlian setiap bidangnya, juga para seniman-seniman ikut unjuk gigi termasuk seni ‘LAES’ (berjalan, berbaring dan bergoyang diatas seutas tali yang diikat pada dua buah bamboo di ujung kiri dan ujung kanan), meriah sekali. Masyarakat Cianjur pun senang bahkan beberapa atau sebagian besar dari masyarakat Cianjur merasakan untuk pertamakalinya menginjakan kaki mereka di komplek pendopo Kabupaten Cianjur.





Pasir Canar yang memproduksi teh-teh special pun tidak ketinggalan, berangkat sebagai utusan Produk Unggulan Kecamatan Takokak. Memperkenalkan produk teh unggulan diantaranya: Teh Hijau, Teh Kuning, Teh Merah, Teh Bambu dan Teh Gepeng.











Selamat Cianjur untuk usiamu yang semakin matang, semoga sukses melaksanakan Program Pemda Cianjur dibawah Pimpinan Bupati Cianjur Bpk. Irvan Rivano dan Wakilnya Bpk Herman Suherman membawa moto ‘CIANJUR JAGO’ yang diharapkan Cianjur Unggul disegala bidang… Amiiinnn.

Sunday, August 6, 2017

PENELITIAN TEH KUNING UNIVERSITAS PAKUAN BOGOR

Assalamualaikum.

Salam teh… Teh Kuning Pasir Canar yang merupakan salah satu produk unggulan Pasir Canar ternyata memikat para mahasiswi dari Universitas Pakuan Bogor Fakultas Farmasi, 4 orang mahasiswi mereka Rani, Ncah, Fitri dan Eva Melakukan research pengolahan Teh Kuning Pasir Canar sebagai bahan-bahan untuk meneliti kandungan-kandungan yang terdapat didalamnya.













Sukses selalu buat ade-ade mahasiswi semoga tercapai semua cita-citanya dan lulus menjadi yang terbaik, Jangan lupa untuk selalu berbakti kepada Agama, Orang tua Bangsa dan Negara. Terima kasih untuk kepercayaannya pada kami.

*LATEPOST

Thursday, December 15, 2016

Mesin Teh Pasir Canar

Salam Teh…

Pasir Canar yang pada bulan Juli 2016 sudah mengantongi badan hukum dalam bentuk CV. Pasir Canar terus bergerak selangkah demi selangkah dan terus berinovasi. Sebelumnya CV. Pasir Canar berinovasi dalam bentuk olahan teh-teh premium yang kemudian menjadi andalan, teh tersebut diantaranya Teh Kuning, Teh Bambu dan Teh Gepeng yang mana untuk memproduksi teh-teh tersebut memerlukan mesin-mesin pembuatnya. Mesin-mesin yang dibuat adalah pengembangan dari mesin-mesin teh yang sudah ada dan sebagian merupakan hasil kreasi/inovasi oleh ahli (Alm. H.M. Oero) seperti mesin pembuat Teh Bambu dan Teh Gepeng, adapun mesin pembuat Teh Kuning merupakan pengembangan dari mesin-mesin teh yang sudah ada. Rangkaian mesin (Teh Kuning) tersebut bisa juga dipakai untuk pengolahan jenis teh lain seperti Teh Hijau dan Teh Merah.

Mesin-mesin yang dibuat di CV. Pasir Canar dibuat dalam bentuk mini dengan kapasitas 25-30 kg pucuk basah per satu olahan dengan pertimbangan untuk pengolahan teh-teh premium, dengan kapasitas tersebut supaya bisa lebih terkontrol dalam setiap tahapan pengolahan, mengingat pentingnya menjaga kualitas untuk hasil Teh Premium.

Berikut adalah mesin-mesin CV. Pasir Canar :                                                           
1.      Withering Trough (Pelayuan dingin)



2.      Pelayuan Panas


3.      Penggilingan


4.      Bak Fermentasi


5.      Blow Dryer


6.      Rotary Dryer


Besar harapan kami akan perkembangan Teh di Indonesia, Negeri yang kita cintai ini baik teh Premium maupun Non Premium, mudah-mudahan sumbangsih produk-produk CV. Pasir Canar baik dalam bentuk hasil olahan maupun mesin-mesin yang kami buat ikut mendongkrak nilai Teh di Indonesia.

Sebagai tambahan informasi bahwa mesin kami sudah dipesan oleh salah satu Perusahaan/Perkebunan swasta di Jawa Tengah, saat ini mesin-mesin tersebut sudah terpasang dan siap produksi. Terima Kasih.

Saturday, November 26, 2016

Forum Expor Tahun 2016

Salam Teh…

Indonesia memiliki struktur tanah yang subur menjadikannya istimewa untuk bercocok tanam termasuh TEH, dengan keadaan ini Teh produksi Indonesia menjadi teh yang mempunyai cita rasa yang khas dan dijadikan teh yang tidak boleh hilang di pasaran dunia baik untuk dijadikan teh original maupun untuk bahan blending. Namun kenapa pasar teh Indonesia terus menurun setiap tahunnya di beberapa tahun terakhir ini.




Forum Expor Tahun 2016 diadakan di Hotel Borobudur Jakarta pada tanggal 21 November 2016 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jendral Perdagangan Luar Negeri Kementrian Perdagangan mengambil tema “Peran Komoditi Teh Indonesia Di Era Persaingan Bebas”, membahas sampai sejauh mana sepak terjang para pemangku teh di bumi pertiwi ini, apa saja kendala-kendala yang dihadapi oleh para pemangku teh dari hulu sampaike hilir sampai mengakibatkan turunnya produksi teh Indonesia.
Berikut adalah beberapa kendala yang terungkapdiacara tersebut:
1.      Mutu yang tidak konsisten, akibatnya teh Indonesia sebagian besar lebih untuk dijadikan bahan blending di banding untuk dijadikan teh original.
2.      Kepastian volume teh yang ditawarkan naik turun, mengakibatkan ketidakpastian akan kapasitas/volume yang mana dibutuhkan kepastian dari pembeli untuk dapat memperhitungkan program pembelian mereka.
3.      Sulit diperolehnya angka-angka statistic teh oleh pembeli (angka produksi, angka konsumsi, perkapita, dll).
4.      Dan masih banyak lagi….

Adalah PR bagi kita semua untuk bisa mewujudkan peningkatan teh baik kualitas maupun kuantitas yang konsisten untuk bisa bersaing secara professional.

Acara tersebut juga menyediakan beberapa tempat untuk para pengusaha teh untuk memperkenalkan produk-produknya, baik produk yang sudah dikemas maupun untuk pasar bulk, diantaranya : PT. Pagilaran, PT. Harendong Green Farm, Teh Poci, Teh Liki, Arrafa Tea, CV. Pasir Canar, House of Tea, Tea Heart, dll.







Semoga dengan adanya kepedulian dari pihak pemerintah dan dukungan dari semua pihat  terutama  para pemangku kepentingan dalam teh dapat menggairahkan usaha teh dalam negeri yang juga ikut menyumbangkan devisa Negara dengan peningkatan yang signifikan, membantu meningkatkan SDM masyarakat Indonesia dan tidak lupa menambah lebih banyak lagi para penikmat dan pecinta teh dalam Negeri… amin.

Wasalam………

Pupuk Kohe kambing

 Assalamualaikum wr. wb. Salam Teh...                Pemupukan merupakan salah satu bagian penting dalam budidaya teh, tentunya dalam segala...